Selasa, 08 Maret 2011

Sejarah Kerajaan Wajo

Kerajaan Wajo adalah sebuah kerajaan yang didirikan sekitar tahun 1450, di wilayah yang menjadi Kabupaten Wajo saat ini di Sulawesi Selatan. Penguasanya disebut "Raja Wajo". Wajo adalah kelanjutan dari kerajaan sebelumnya yaitu Cinnotabi. Ada tradisi lisan yakni pau-pau rikadong dianggap sebagai kisah terbentuknya wajo. yaitu putri dari Luwu, We TAdampali yang mengidap sakit kulit kemudian diasingkan dan terdampar di Tosora. Selanjutnya beliau bertemu dengan putra Arumpone yang sedang berburu. Akhirnya mereka menikah dan membentuk dinasti di Wajo Ada juga tradisi lisan lain yaitu kisah La Banra, seorang pangeran Soppeng yang merantau ke Sajoanging dan membuka tanah di Cinnotabi.
  • Wajo mengalami perubahan struktural pasca Perjanjian Lapadeppa yang berisi tentang pengakuan hak-hak kemerdekaan orang Wajo. Dimana posisi Batara Wajo yang bersifat monarki absolut diganti menjadi Arung Matowa yang bersifat monarki konstitusional
  • Masa keemasan Wajo dicapai di pemerintahan La Tadampare Puangrimaggalatung.
  • Wajo menjadi anggota persekutuan Tellumpoccoe sebagai saudara tengah bersama Bone sebagai saudara tua dan Soppeng sebagai saudara bungsu
  • Wajo memeluk islam secara resmi ditahun 1610 pada pemerintahan La Sangkuru patau mulajaji sultan Abdurahman dan Dato Sulaiman menjadi Qadhi pertama Wajo. Setelah Dato Sulaiman kembali ke Luwu melanjutkan dakwah yang telah dilakukan sebelumnya, Dato ri Tiro melanjutkan tugas Dato Sulaiman. Setelah selesai Dato ri Tiro ke Bulukumba dan meninggal disana
  • Wajo terlibat perang makassar 1660-1669 disebabkan karena persoalan geopolitik di dataran tengah sulawesi yang tidak stabil dan posisi Arung Matowa La Tenrilai To Sengngeng sebagai menantu Sultan Hasanuddin. Kekalahan Gowa tidak menyebabkan La Tenrilai rela untuk menandatangani perjanjian Bongayya, sehingga Wajo diserang oleh pasukan gabungan setelah terlebih dahulu Lamuru yang juga berpihak ke Sultan Hasanuddin juga diserang.
  • Kekalahan Wajo menyebabkan banyak masyarakatnya pergi meninggalkan Wajo dan membangun komunitas sosial ekonomi didaerah rantauannya. La Mohang Daeng Mangkona salah satu panglima perang Wajo yang tidak terima kekalahan merantau ke Kutai dan membuka lahan yang kini dikenal sebagai Samarinda
  • Pada pemerintahan La Salewangeng to tenrirua Arung Matowa ke 30, beliau membangun Wajo pada sisi ekonomi dan militer dengan cara membentuk koperasi dan melakukan pembelian senjata serta melakukan pelatihan penggunaan senjata.
  • La Maddukkelleng kemenakan La Salewangeng menjadi Arung Matowa 31 dilantik disaat perang. pada zamannya beliau memajukan posisi wajo secara sosial politik diantara kerajaan-kerajaan di sulsel
  • La Koro Arung Padali, memodernisasi struktur kerajaan Wajo dengan membentuk jabatan militer Jenerala (Jendral) Koronele (Kolonel) Manynyoro (Mayor) dan Kapiteng (Kapten). Beliau juga menandatangani Large Veklaring sebagai pembaruan dari perjanjian bongayya
  • Pada zaman Ishak Manggabarani,persekutuan Wajo dengan Bone membuat keterlibatan Wajo secara tidak langsung pada Rumpa'na Wajo. Sehingga kekalahan Bone melawan Kompeni juga harus ditanggung oleh Wajo sehingga Wajo harus membayar denda perang pada Kompeni dan menandatangani Korte Veklaring sebagai pembaruan dari Large Veklaring
  • Wajo dibawah RIS dalam hal ini NIT berbentuk swapraja pada tahun 1945-1949. Setelah Konfrensi Meja Bundar, Wajo bersama swapraja lain akhirnya menjadi kabupaten tepatnya ditahun 1957. Antara tahun 1950-1957 pemerintahan tidak berjalan secara maksimal disebabkan gejolak pemberontahan DI TII
  • Setelah 1957, pemimpin di Wajo adalah Bupati. Wajo yang dulunya kerajaan, kemudian menjadi Onderafdeling, selanjutnya Swapraja akhirnya menjadi kabupaten
  • ==Pra Wajo==
  • Komune Awal
  • 1.Puangnge ri Lampulung kepala Komunitas Lampulungeng
  • 2.Puangnge ri Timpengeng kepala Komunitas Boli
  • Kerajaan Cinnotabi
  • 1.La Paukke
  • 2.We Panangngareng
  • 3.We Tenrisui
  • 4.La Patiroi
  • 5.La Tenribali dan La Tenritippe
  • Perjanjian Majauleng --> Pembentukan Kerajaan Wajo
  • == Daftar raja Wajo ==
  • Batara Wajo (gelar raja wajo pertama)
  • 1. La Tenribali
  • 2. La Mataesso
  • 3. La Pateddungi to samallangi
  • Vakum
  • Perjanjian Lapadeppa --> Perubahan struktur kerajaan wajo pengakuan hak-hak rakyat Wajo
  • Arung Matowa (gelar raja wajo berikutnya)
  • 1. La Palewo to Palippu (±1474-1481)
  • 2. La Obbi Settiriware (±1481-1486)
  • 3. La Tenriumpu to Langi (±1486-1491)
  • 4. La Tadampare Puangrimaggalatung (±1491-1521) Lowong 3 tahun
  • 5. La Tenri Pakado To Nampe (±1524-1535)
  • 6. La Temmassonge (±1535-1538).
  • 7. La Warani To Temmagiang (±1538-1547).
  • 8. La Malagenni (±1547)
  • 9. La Mappauli To Appamadeng (±1547-1564)
  • 10. La Pakoko To Pa’bele’ (±1564-2567)
  • 11. La Mungkace To Uddamang (±1567-1607)
  • 12. La Sangkuru Patau Mulajaji (±1607-1610)
  • 13. La Mappepulu To Appamole (±1612-1616)
  • 14. La Samalewa To Appakiung (±1616-1621)
  • 15. La Pakallongi To Alinrungi (±1621-1626)
  • 16. To Mappassaungnge (±1627-1628).
  • 17. La Pakallongi To Alinrungi (1628-1636),
  • 18. La Tenri lai to Udamang (1636-1639)
  • 19. Isigajang To Bunne (±1639-1643),
  • 20. La Makkaraka To Patemmui (±1643-1648).
  • 21. La Temmasonge (±1648-1651)
  • 22. La Paramma To Rewo (±1651-1658)
  • 23. La Tenri Lai To Sengngeng (±1658-1670)
  • 24. La Palili To Malu’ (±1670-1679)
  • 25. La Pariusi Daeng Manyampa (±1679-1699),
  • 26. La Tenri Sessu (±1699-1702)
  • 27. La Mattone’ (±1702-1703)
  • 28. La Galigo To Sunnia (±1703-1712)
  • 29. La Tenri Werung (±1712-1715)
  • 30. La Salewangeng To Tenriruwa (±1715-1736)
  • 31. La Maddukkelleng Daeng Simpuang (±1736-1754)
  • 32. La Mad’danaca (±1754-1755)
  • 33. La Passaung (±1758-1761)
  • 34. La Mappajung puanna salowo (1761-1767)
  • 35. La Malliungeng (±1767-1770) Lowong 25 tahun
  • 36. La Mallalengeng (±1795-1817) Lowong 4 tahun
  • 37. La Manang (±1821-1825). Lowong 14 tahun
  • 38. La Pa’dengngeng (±1839-1845) Lowong 9 tahun
  • 39. La Pawellangi PajumperoE (±1854-1859).
  • 40. La Cincing Akil Ali (±1859-1885)
  • 41. La Koro (±1885-1891)
  • 42. La Patongai Datu Lompulle
  • Korte Veklaring 1906 menyebabkan berubahnya status kerajaan Wajo menjadi bagian dari jajahan Belanda dan berubahnya struktur kerajaan menjadi Onder-Afdeling Wajo dibawah Afdeling Bone
  • 43. Ishak Manggabarani Krg Mangeppe (1900-1916) Lowong 10 tahun
  • 44. A.Oddangpero Datu Larompong (1926-1933)
  • 45. A.Mangkona Datu Mario (1933-1949)
  • Pjs Arung Matowa (peralihan)
  • 1. A.Sumangerukka datu pattojo (ex patola putra AMW 44) 1949
  • 2. A. Ninnong (ex ranreng tuwa) 1949
  • Pemerintah Daerah era transisi (1950-1957)
  • 1. A.Pallawarukka (ex pilla)
  • 2. A. Magga Amirullah (ex sulewatang pugi)
  • 3. A. Pallawarukka (masa jabatan kedua)
  • Bupati (1957-sekarang)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar